logo pt intan sukses globalindo
Beranda / NDT & Penetrant Testing / Bagaimana Cara Menggunakan Penetrant Test yang Benar?

Bagaimana Cara Menggunakan Penetrant Test yang Benar?

cara menggunakan penetrant test yang benar

Kalau hasil penetrant test kamu sering “kosong” padahal yakin ada retak, bisa jadi masalahnya ada di cara pakainya. Di konten ini, kita bahas cara menggunakan penetrant test yang benar supaya indikasi muncul jelas dan hasil inspeksi lebih akurat.

Penetrant test merupakan salah satu metode inspeksi NDT yang paling sering dipakai di workshop, fabrikasi, hingga quality control lapangan. Metode ini terlihat sederhana, namun hasilnya sangat bergantung pada ketelitian proses. 

Banyak kegagalan inspeksi bukan karena produknya bermasalah, tetapi karena prosedur penetrant test yang tidak dilakukan dengan benar. 

Oleh karena itu, memahami cara menggunakan penetrant test secara runtut dan disiplin menjadi kunci agar indikasi cacat yang muncul benar benar dapat dipercaya dan bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan teknis.

Untuk memahami peran dan manfaat metode ini secara lebih menyeluruh dalam inspeksi permukaan, Anda dapat membaca penjelasan lengkap mengenai fungsi penetrant test dalam inspeksi NDT pada halaman tersebut sebagai referensi tambahan.

Pengertian Penetrant Test

Penetrant test atau liquid penetrant testing adalah metode pengujian tak merusak yang digunakan untuk mendeteksi cacat terbuka di permukaan material. 

Prinsip kerjanya memanfaatkan cairan penetrant yang mampu meresap ke dalam diskontinuitas seperti retak, porositas terbuka, atau pinhole melalui aksi kapiler. 

Setelah penetrant berlebih dibersihkan dan developer diaplikasikan, cairan yang terperangkap di cacat akan tertarik keluar dan membentuk indikasi visual. 

Metode ini tidak dapat mendeteksi cacat di bawah permukaan dan sangat bergantung pada kondisi kebersihan area uji.

Cara Menggunakan Penetrant Test

Berikut adalah cara menggunakan penetrant test yang benar, yaitu:

1. Pastikan cocok untuk material dan jenis cacat

Penetrant test hanya efektif untuk material non porous seperti baja karbon, stainless steel, aluminium, dan kuningan. 

Metode ini tidak direkomendasikan untuk permukaan berpori, casting tertentu, permukaan yang sangat kasar, atau cacat yang berada di bawah permukaan. 

Jika jenis material atau karakter cacat tidak sesuai, hasil pengujian berisiko menyesatkan sejak awal.

2. Siapkan alat dan bahan

Sebelum mulai inspeksi, pastikan seluruh perlengkapan sudah tersedia dan dalam kondisi baik. Alat dan bahan yang dibutuhkan meliputi cleaner atau remover untuk pembersihan, penetrant baik tipe warna merah atau fluorescent, developer yang umumnya berwarna putih, kain lap bersih bebas serat, tisu industri, serta sikat halus bila diperlukan. 

Untuk metode fluorescent, siapkan lampu UV A atau black light. Gunakan alat pelindung diri minimal berupa sarung tangan, kacamata, dan masker agar proses tetap aman.

3. Step by step proses Penetrant Test

A. Pre cleaning pembersihan awal

Tahap ini merupakan bagian paling krusial dalam penetrant test. Bersihkan area uji dari minyak, grease, cat, karat, air, debu, kerak las, dan slag. 

Setelah itu, pastikan permukaan benar benar kering. Permukaan yang masih berminyak atau terkontaminasi akan menghalangi penetrant masuk ke diskontinuitas sehingga hasil inspeksi berpotensi false negative.

B. Aplikasi penetrant

Semprot atau oles penetrant hingga seluruh area uji tertutup merata, dengan area sedikit lebih luas dari zona las atau permukaan yang diperiksa. 

Diamkan selama dwell time agar penetrant memiliki waktu cukup untuk meresap ke cacat. Praktik umum di lapangan berkisar antara 5 sampai 10 menit. 

Untuk retak sangat halus atau kondisi temperatur rendah, waktu ini bisa lebih lama. Selalu ikuti rekomendasi dwell time dari produk atau standar yang digunakan.

C. Remove excess penetrant

Tahap ini bertujuan menghilangkan penetrant di permukaan tanpa menarik penetrant yang sudah masuk ke cacat. Mulailah dengan mengelap permukaan menggunakan kain kering. 

Setelah itu, gunakan kain lain yang sedikit dibasahi cleaner. Hindari menyemprot cleaner langsung ke benda uji kecuali metode memang mengizinkan. Pastikan permukaan tampak bersih tanpa lapisan penetrant yang tebal.

D. Aplikasi developer

Kocok developer sebelum digunakan, lalu semprotkan tipis dan merata seperti lapisan bedak. Tunggu development time yang umumnya berkisar 5 sampai 10 menit. 

Pada tahap ini, developer akan menarik penetrant keluar dari cacat sehingga indikasi mulai terlihat jelas di permukaan.

E. Inspeksi dan interpretasi

Amati indikasi yang muncul dengan cermat. Garis tipis memanjang sering mengarah pada retak. Titik titik kecil atau berkelompok biasanya menunjukkan porositas terbuka atau pinhole. 

Indikasi yang melebar dan tidak jelas bisa disebabkan oleh pembersihan yang kurang baik atau permukaan yang terlalu kasar. Tandai lokasi cacat, ambil foto, dan catat hasil inspeksi termasuk area uji, waktu, serta jenis produk penetrant yang digunakan.

F. Post cleaning pembersihan akhir

Setelah inspeksi selesai, bersihkan sisa developer dan penetrant dari permukaan. Tahap ini penting terutama bila komponen akan melalui proses pengecatan atau pelapisan lanjutan. Permukaan yang tidak dibersihkan dapat menimbulkan masalah pada proses berikutnya.

Tips penting agar hasil akurat

Pastikan permukaan benar benar kering sebelum aplikasi penetrant. Gunakan cleaner secukupnya saat menghapus penetrant berlebih agar cairan di dalam cacat tidak ikut terangkat. 

Aplikasikan developer setipis mungkin karena lapisan terlalu tebal dapat membuat indikasi melebar dan sulit diinterpretasi. Hindari kondisi berangin dan berdebu saat proses developing. Untuk permukaan las yang sangat kasar, lakukan grinding halus pada area uji agar hasil lebih konsisten.

Untuk mengetahui pilihan produk yang tersedia dan kegunaannya di lapangan, Anda bisa membaca ulasan lengkap mengenai macam macam Taseto penetrant untuk kebutuhan NDT pada halaman tersebut agar pemilihan produk sesuai dengan metode dan standar inspeksi yang digunakan.

Kesalahan paling sering

Kesalahan yang sering terjadi antara lain melewatkan proses degreasing sehingga indikasi tidak muncul, menyemprot remover langsung ke benda uji yang menyebabkan penetrant di cacat ikut terangkat, dwell time yang terlalu singkat, serta aplikasi developer yang terlalu tebal. 

Menghindari kesalahan ini akan sangat meningkatkan keandalan hasil penetrant test dan membantu QC mengambil keputusan yang lebih akurat.

Kesimpulan

Penetrant test adalah metode inspeksi permukaan yang sederhana namun menuntut ketelitian tinggi di setiap tahap prosesnya. 

Mulai dari pemilihan material yang sesuai, pembersihan awal yang benar, pengaturan dwell time, hingga cara menghapus penetrant dan mengaplikasikan developer, semuanya saling berkaitan dan berpengaruh langsung pada akurasi hasil. 

Dengan mengikuti prosedur yang tepat dan menghindari kesalahan umum, penetrant test dapat menjadi alat yang sangat andal untuk mendeteksi cacat permukaan sejak dini serta mencegah kegagalan komponen di tahap produksi maupun operasional.

Jika Anda membutuhkan produk penetrant test, developer, atau solusi NDT yang tepat untuk kebutuhan inspeksi di lapangan maupun industri, kunjungi intansukses.com dan temukan dukungan teknis serta produk yang sesuai dengan standar kerja Anda.

FAQs

Berapa lama dwell time yang ideal saat cara menggunakan penetrant test?

Umumnya 5 sampai 10 menit untuk kondisi lapangan. Namun untuk retak sangat halus, material dingin, atau permukaan tertentu, dwell time bisa lebih lama sesuai rekomendasi produk dan standar kerja yang dipakai.

Kenapa indikasi penetrant test tidak muncul padahal saya yakin ada retak?

Penyebab paling sering adalah pre-cleaning kurang bersih, permukaan masih lembap atau berminyak, dwell time terlalu singkat, atau penggunaan cleaner berlebihan saat remove excess sehingga penetrant di dalam cacat ikut terangkat dan hasil menjadi false negative.

Bolehkah menyemprot cleaner langsung ke benda uji saat remove excess penetrant?

Sebaiknya tidak, karena berisiko “mencuci” penetrant dari dalam diskontinuitas. Praktik yang lebih aman adalah mengelap dulu dengan kain kering, lalu lanjutkan dengan kain yang sedikit dibasahi cleaner, kecuali prosedur produk atau metode yang digunakan memang mengizinkan penyemprotan langsung.

Artikel Lainnya

  • All Posts
  • Aplikasi Industri
  • Brand & Produk Unggulan
  • Edukasi Pengelasan
  • Event
  • NDT & Penetrant Testing
  • Produk Kawat Las
  • Tips Profesional & Praktis