logo pt intan sukses globalindo
Beranda / Edukasi Pengelasan / Kawat Las MIG: Fungsi, Jenis, Ukuran, dan Aplikasinya

Kawat Las MIG: Fungsi, Jenis, Ukuran, dan Aplikasinya

kawat las mig intan sukses globalindo

Kawat las MIG sering jadi pilihan utama di bengkel dan pabrik karena prosesnya cepat, rapi, dan mudah menghasilkan sambungan yang konsisten. 

Tapi sebelum beli, banyak orang masih bingung menentukan jenis kawat yang tepat, misalnya memilih kawat las ER70S-6 untuk baja karbon, ukuran yang paling cocok, sampai gas pelindung apa yang harus dipakai, apalagi saat membandingkan harga kawat las MIG berdasarkan diameter dan kemasan seperti kawat las MIG 1 kg atau kawat las MIG 15kg.

Di artikel ini, kita bahas tuntas kawat las MIG dari dasar sampai rekomendasi pemilihannya supaya Anda tidak salah pilih dan pekerjaan las lebih efisien.

Kawat las MIG adalah kawat pengisi yang digunakan pada proses pengelasan MIG atau Metal Inert Gas, di mana kawat berfungsi sebagai elektroda sekaligus filler metal yang mencair dan membentuk sambungan las. 

Berbeda dengan elektroda las listrik manual, kawat las MIG disuplai secara kontinu dari gulungan dan dilindungi oleh gas pelindung sehingga proses pengelasan lebih stabil, cepat, dan rapi. 

Karena sifatnya yang kontinu, kawat las MIG sangat umum dipakai di industri manufaktur, fabrikasi baja, otomotif, hingga workshop produksi yang membutuhkan efisiensi tinggi dan hasil konsisten.

Dalam praktiknya, kawat las MIG sering dipilih karena mudah dikontrol, minim spatter, dan cocok untuk berbagai ketebalan material. Tidak heran jika pencarian tentang kawat las MIG, harga kawat las MIG, hingga rekomendasi kawat las MIG banyak dicari oleh welder maupun bagian pembelian industri.

Jenis Kawat Las MIG

Jenis kawat las MIG dibedakan berdasarkan material dasar yang akan dilas. Pemilihan jenis yang tepat sangat berpengaruh pada kekuatan sambungan dan kualitas hasil las.

Kawat las MIG baja karbon adalah yang paling umum digunakan. Jenis ini cocok untuk konstruksi baja, rangka mesin, fabrikasi umum, dan pekerjaan bengkel. Biasanya dipadukan dengan gas CO2 atau campuran argon CO2.

Kawat las MIG stainless steel digunakan untuk material tahan karat. Jenis ini sering dipakai pada industri makanan, farmasi, tangki, dan pipa stainless. Pemilihan kawat harus disesuaikan dengan tipe stainless seperti 304 atau 316 agar hasil las tidak mudah retak atau korosi.

Kawat las MIG aluminium digunakan untuk material aluminium dan paduannya. Jenis ini memerlukan kontrol lebih presisi dan umumnya menggunakan gas argon murni. Aplikasi umumnya pada industri otomotif, kapal, dan struktur ringan.

Gas Pelindung yang Digunakan

Gas pelindung pada pengelasan MIG berfungsi melindungi logam cair dari kontaminasi udara luar seperti oksigen dan nitrogen. Tanpa gas pelindung yang tepat, hasil las bisa berpori dan rapuh.

Gas CO2 sering digunakan karena ekonomis dan memiliki penetrasi cukup dalam. Cocok untuk kawat las MIG baja karbon pada pekerjaan konstruksi dan fabrikasi berat.

Campuran argon CO2 memberikan hasil las yang lebih stabil dan tampilan lebih rapi dengan spatter lebih sedikit. Gas ini banyak dipakai di industri manufaktur dan workshop profesional.

Argon murni biasanya digunakan untuk kawat las MIG aluminium dan stainless tertentu. Gas ini memberikan kontrol busur yang baik dan hasil las lebih bersih.

Ukuran Kawat Las MIG

Ukuran kawat las MIG mempengaruhi arus las, penetrasi, dan kontrol kolam cair. Pemilihan ukuran harus disesuaikan dengan ketebalan material dan aplikasi kerja.

Ukuran 0.8 mm banyak digunakan untuk material tipis hingga menengah seperti plat ringan dan bodi otomotif. Tidak heran harga kawat las MIG 0 8 sering menjadi pencarian populer.

Ukuran 1.0 mm cocok untuk pekerjaan fabrikasi umum dan struktur baja ringan sampai menengah. Ukuran ini menjadi pilihan aman untuk banyak workshop.

Ukuran 1.2 mm biasa digunakan untuk material lebih tebal dan produksi skala industri dengan arus lebih besar.

Selain diameter, kemasan juga bervariasi mulai dari kawat las MIG 1 kg untuk kebutuhan kecil, hingga kawat las MIG 15kg yang umum digunakan di pabrik dan bengkel produksi.

Fungsi Kawat Las MIG

Fungsi utama kawat las MIG adalah sebagai logam pengisi yang membentuk sambungan permanen antar material logam. Namun lebih dari itu, kawat las MIG berperan dalam menentukan kekuatan tarik sambungan, tampilan bead las, dan efisiensi proses pengelasan.

Dengan kawat yang tepat, proses pengelasan bisa lebih cepat, minim cacat, dan mengurangi kebutuhan perbaikan ulang. Hal ini sangat penting dalam industri yang mengejar produktivitas dan konsistensi hasil.

Aplikasi Umum Penggunaanya

Kawat las MIG digunakan luas di berbagai sektor industri. Di bidang fabrikasi baja, kawat ini dipakai untuk rangka, dudukan mesin, dan struktur pendukung. Di industri otomotif, kawat las MIG digunakan untuk rangka kendaraan, body repair, dan komponen produksi massal.

Pada workshop dan bengkel las, kawat las MIG menjadi pilihan utama untuk pekerjaan harian karena mudah digunakan dan hasilnya relatif rapi. Di sektor manufaktur, kawat las MIG mendukung proses produksi cepat dengan kualitas sambungan yang seragam.

Rekomendasi Kawat Las MIG

Rekomendasi kawat las MIG sebaiknya disesuaikan dengan material, gas pelindung, dan kebutuhan aplikasi. Untuk baja karbon umum, pilih kawat dengan stabilitas busur baik dan kandungan kimia konsisten. Untuk stainless dan aluminium, pastikan klasifikasi kawat sesuai dengan material agar tidak terjadi masalah korosi atau retak.

Selain spesifikasi teknis, faktor ketersediaan ukuran dan kemasan juga penting. Banyak industri mempertimbangkan harga kawat las MIG per kg, harga kawat las MIG 1 kg untuk trial, atau kawat las MIG 15kg untuk efisiensi produksi jangka panjang.

Untuk aplikasi pengelasan baja karbon dengan hasil stabil dan konsisten, kawat las MIG tipe solid wire seperti kawat las MIG-56 umum digunakan di industri fabrikasi dan manufaktur.

mig-56

Kesimpulan

Kawat las MIG adalah solusi pengelasan modern yang menawarkan kecepatan, efisiensi, dan hasil konsisten untuk berbagai aplikasi industri. 

Dengan memahami jenis kawat, gas pelindung, ukuran, dan fungsinya, pengguna dapat memilih kawat las MIG yang paling sesuai dengan kebutuhan kerja mereka. 

Baik untuk bengkel kecil hingga pabrik skala besar, pemilihan kawat las MIG yang tepat tidak hanya mempengaruhi kualitas sambungan, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas dan biaya operasional jangka panjang.

Jika Anda ingin memilih kawat las MIG yang paling sesuai untuk material dan kebutuhan kerja di bengkel maupun pabrik, Anda bisa langsung melakukan pemesanan atau konsultasi melalui intansukses.com.

FAQs

Kawat las MIG itu untuk material apa saja?

Umumnya untuk baja karbon, stainless steel, dan aluminium, asalkan jenis kawat dan gas pelindungnya sesuai dengan material yang dilas.

Ukuran kawat las MIG 0.8, 1.0, dan 1.2 mm cocok untuk apa?

0.8 mm cocok untuk material tipis sampai menengah, 1.0 mm untuk fabrikasi umum, dan 1.2 mm untuk material lebih tebal atau produksi industri.

Gas pelindung apa yang paling sering dipakai untuk kawat las MIG?

Paling umum CO2 untuk baja karbon karena ekonomis, lalu campuran argon CO2 untuk hasil lebih stabil dan rapi, serta argon murni untuk aluminium dan beberapa aplikasi stainless.

Kenapa hasil las MIG bisa banyak spatter atau berpori?

Penyebabnya biasanya setelan wire feed dan voltase tidak seimbang, aliran gas kurang stabil, permukaan material kotor, atau pemilihan kawat dan gas tidak sesuai.

Lebih hemat beli kawat las MIG 1 kg atau kawat las MIG 15kg?

Kawat las MIG 1 kg cocok untuk trial atau kebutuhan kecil, sedangkan kawat las MIG 15kg lebih hemat untuk pemakaian rutin di bengkel produksi atau pabrik.

Artikel Lainnya

  • All Posts
  • Aplikasi Industri
  • Brand & Produk Unggulan
  • Edukasi Pengelasan
  • Event
  • NDT & Penetrant Testing
  • Produk Kawat Las
  • Tips Profesional & Praktis