Cara las argon stainless itu bukan soal ampere besar, tapi soal kontrol. Begitu kamu paham alur persiapan, shielding argon, dan pemilihan filler yang tepat, hasil las bisa jauh lebih bersih dan konsisten.
Pengelasan stainless steel dengan las argon membutuhkan pendekatan yang berbeda dibanding baja karbon biasa.
Stainless sangat sensitif terhadap panas, mudah berubah warna, dan bisa kehilangan kualitas sambungan jika tekniknya kurang tepat. Karena itu, pengelasan TIG dengan argon harus dilakukan dengan kontrol yang baik sejak tahap persiapan sampai finishing.
Masalah yang paling sering muncul saat mengelas stainless antara lain hasil las menghitam, porositas, material melengkung, serta penetrasi yang kurang merata. Semua ini sebenarnya bisa dihindari jika memahami cara las argon stainless yang benar.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Las Argon Stainless?
Las argon stainless adalah proses pengelasan stainless steel menggunakan metode TIG atau GTAW dengan gas pelindung argon. Proses ini memakai elektroda tungsten yang tidak ikut meleleh, sementara logam pengisi ditambahkan secara terpisah sesuai kebutuhan sambungan.
Metode TIG paling cocok digunakan untuk material stainless yang tipis, sambungan yang terlihat secara visual, pekerjaan pipa, serta aplikasi yang menuntut hasil rapi seperti industri makanan, farmasi, dan fabrikasi presisi.
Kenali Jenis Stainless yang Paling Sering Dilas
Tidak semua stainless memiliki karakter yang sama saat dilas. Dua jenis yang paling sering ditemui di lapangan adalah stainless 304 dan stainless 316.
Stainless 304 vs 316
Stainless 304 adalah tipe yang paling umum digunakan untuk kebutuhan umum seperti rangka, tangki, dan peralatan industri ringan.
Stainless 316 memiliki ketahanan korosi yang lebih baik, terutama terhadap lingkungan kimia dan laut, sehingga sering dipakai untuk pipa proses dan aplikasi khusus.
304L dan 316L dalam Pengelasan
Varian 304L dan 316L memiliki kandungan karbon lebih rendah. Tipe ini biasanya dipilih jika ingin mengurangi risiko sensitisasi dan korosi antar butir setelah pengelasan, terutama pada sambungan yang bekerja di suhu tertentu.
Untuk identifikasi cepat di lapangan, stainless 316 biasanya terasa lebih tahan terhadap lingkungan agresif, sementara 304 lebih umum ditemukan pada aplikasi standar. Jika ragu, pemilihan filler yang sesuai akan sangat membantu menjaga kualitas sambungan.
Kawat Las Las Argon Stainless di intansukses.com
Berikut adalah produk kawat las untuk las argon stainless yang ada di intansukses.com, yaitu:
1. Untuk stainless 304 dan 304L
Kawat Las TG-S308
Kawat las tipe GTAW atau TIG Welding untuk stainless austenitik 18 persen Cr 8 persen Ni, yang secara umum digunakan untuk aplikasi keluarga stainless 304.
Kawat las TG-S308 ini cocok untuk pekerjaan fabrikasi stainless yang butuh hasil rapi dan kontrol panas yang stabil.
Kawat Las TG-S308L
Kawat las AWS A5.9 ER308L untuk stainless austenitik 18 persen Cr 8 persen Ni dengan kandungan karbon rendah. Umumnya dipilih untuk 304L atau saat ingin menekan risiko sensitisasi pada area HAZ, terutama untuk sambungan yang menuntut ketahanan korosi lebih baik setelah pengelasan.
2. Untuk stainless 316 dan 316L
Kawat Las TG-S316L
Kawat las stainless tipe GTAW atau TIG Welding dengan komposisi low carbon 18 persen Cr 12 persen Ni 2 persen Mo, yang mengarah ke keluarga 316L.
Kawat las TG-S316L umumnya dipakai saat aplikasi membutuhkan ketahanan korosi lebih tinggi dibanding 304, termasuk lingkungan yang lebih agresif.
Kawat Las TG-S316
TG-S316 adalah kawat las TIG atau GTAW dengan klasifikasi AWS A5.9 ER316, menggunakan gas pelindung Argon dan polaritas DCEN. Direkomendasikan untuk material 18 persen Cr 12 persen Ni 2 persen Mo, yang umum dipakai pada aplikasi stainless 316 non L.
3. Untuk Sambungan Stainless ke Baja Karbon atau Dissimilar Metal
Kawat Las TG-S309L
TG-S309L adalah kawat las TIG atau GTAW dengan klasifikasi AWS A5.9 ER309L, menggunakan gas pelindung Argon dan polaritas DCEN. Direkomendasikan untuk sambungan material berbeda (dissimilar metal joint) serta underlaying pada baja feritik, sehingga aman untuk kasus stainless ke baja karbon.
4. Untuk kebutuhan khusus stainless tertentu
Kawat Las TG-S310
TG-S310 adalah kawat las TIG atau GTAW dengan klasifikasi AWS A5.9 ER310, memakai gas pelindung Argon dan polaritas DCEN.
Direkomendasikan untuk material 25%Cr 20%Ni steel, sehingga cocok untuk aplikasi stainless yang membutuhkan ketahanan panas dan oksidasi lebih tinggi sesuai karakter material 310.
Kawat Las TG-S2209
Relevan untuk duplex stainless, karena penamaan 2209 mengarah pada filler duplex untuk material keluarga 2205 atau 2209.
Kawat las TG-S2209 ini cocok untuk aplikasi duplex yang butuh kekuatan dan ketahanan korosi khas duplex.
Kawat Las TG-S347
TG-S347 adalah kawat las TIG atau GTAW dengan klasifikasi AWS A5.9 ER347, menggunakan gas pelindung Argon dan polaritas DCEN.
Direkomendasikan untuk material 18%Cr 8%Ni yang distabilisasi Nb atau Ti, sehingga cocok untuk kebutuhan stainless stabilized sesuai aplikasi 347.
5. Opsi root pass tertentu tanpa back shielding
Kawat Las TG-X308L
TG-X308L disebut sebagai filler rod untuk proses GTAW TIG dan diarahkan untuk kebutuhan root pass tertentu, terutama saat ingin hasil akar yang lebih bersih pada kondisi aplikasi yang sesuai.
Kawat Las TG-X316L
TG-X316L adalah flux cored filler rod untuk root pass pada one-side TIG welding tanpa back shielding, ditujukan untuk material 316 dan 316L. Klasifikasinya AWS A5.22 R316LT1-5, menggunakan gas pelindung Argon dan polaritas DCEN.
Bagaimana Cara Las Argon Stainless?
Berikut adalah cara las argon stainless yang benar, yaitu:
1. Persiapan material wajib kalau mau hasil bersih
Persiapan material adalah fondasi utama dalam pengelasan stainless. Area las harus dibersihkan minimal 20 sampai 30 mm dari jalur sambungan.
Minyak, cat, spidol, dan oksida wajib dihilangkan karena kontaminasi kecil saja bisa menyebabkan porositas.
Gunakan stainless wire brush khusus dan jangan pernah mencampurnya dengan alat yang biasa dipakai untuk besi karbon. Kontaminasi dari baja karbon bisa memicu karat dan menurunkan kualitas las.
Pastikan fit up sambungan rapat dan konsisten. Gap yang terlalu besar akan membuat panas berlebih dan meningkatkan risiko distorsi.
2. Setting mesin TIG yang aman untuk stainless
Untuk stainless steel, polaritas yang digunakan adalah DCEN dengan torch berada di kutub negatif. Setting ini memberikan penetrasi yang stabil dan menjaga tungsten tetap awet.
Arus sebaiknya dimulai dari tingkat sedang, lalu disesuaikan sedikit demi sedikit sampai kolam las terlihat stabil. Stainless sangat mudah overheat, jadi hindari langsung memakai arus tinggi.
Gas argon murni sudah cukup untuk TIG stainless. Flow gas tidak perlu berlebihan. Aliran yang terlalu besar justru bisa menimbulkan turbulensi dan memicu porositas.
Untuk material tipis, penggunaan fitur pulse sangat membantu. Jika mesin tidak mendukung pulse, teknik tack dan stitch weld bisa digunakan untuk mengontrol panas dan mencegah material melengkung.
3. Pilih tungsten dan filler yang tepat
Tungsten yang diasah runcing membantu menghasilkan busur yang fokus dan bead yang lebih rapi. Bentuk ujung tungsten sangat berpengaruh terhadap stabilitas arc.
Pemilihan filler harus sesuai dengan jenis stainless yang dilas.
- Untuk stainless 304 biasanya menggunakan filler 308 atau 308L.
- Untuk stainless 316 biasanya menggunakan filler 316 atau 316L.
Huruf L menandakan kandungan karbon rendah dan umum dipilih jika ingin mengurangi risiko korosi antar butir atau untuk kebutuhan aplikasi tertentu.
4. Teknik pegang torch dan cara jalan yang benar
Jaga arc tetap pendek. Arc yang terlalu panjang membuat panas menyebar, bead kasar, dan warna las cepat menghitam.
Sudut torch sekitar 10 sampai 15 derajat dari posisi tegak dengan arah dorong yang halus mengikuti jalur sambungan. Teknik dorong membantu shielding gas bekerja lebih efektif.
Filler ditambahkan secara ritmis di bagian depan kolam las. Hindari memasukkan filler terlalu dalam karena bisa mengganggu stabilitas kolam.
Untuk stainless, teknik stringer bead lebih aman dibanding weaving lebar. Gerakan lurus membantu menjaga HAZ tetap sempit dan tampilan las lebih bersih.
5. Kunci kualitas kontrol panas supaya tidak hitam
Panas berlebih adalah musuh utama stainless. Untuk menjaga warna tetap baik, beberapa hal perlu diperhatikan.
Percepat sedikit kecepatan jalan las dan jangan terlalu lama berhenti di satu titik. Gunakan tack lebih sering untuk menahan distorsi, terutama pada material tipis.
Untuk pelat tipis, teknik skip weld atau stitch weld sangat efektif. Las dilakukan bertahap dan disambung setelah suhu material turun.
Jika memungkinkan, gunakan back purging dengan argon di sisi belakang sambungan, terutama pada pipa atau joint yang menuntut root bersih. Back purge mencegah terbentuknya kerak gula pada bagian dalam las.
6. Troubleshooting cepat yang paling sering terjadi
Hasil las hitam atau terlalu gelap biasanya disebabkan panas berlebihan, arc terlalu panjang, kecepatan terlalu lambat, atau shielding gas tidak stabil.
Porositas sering muncul akibat permukaan kotor, filler terkontaminasi, flow gas tidak konsisten, atau adanya angin di area kerja.
Root berbentuk gula menandakan tidak adanya back purge atau perlindungan gas di sisi belakang sambungan.
Kesimpulan
Cara las argon stainless yang benar tidak hanya bergantung pada mesin, tetapi pada kombinasi persiapan material, setting yang tepat, teknik tangan, dan kontrol panas.
Dengan menjaga kebersihan, memilih filler yang sesuai, serta mengatur panas dengan baik, hasil las stainless bisa rapi, kuat, dan minim cacat. Teknik TIG memang menuntut ketelitian, tetapi dengan pendekatan yang benar, kualitas sambungan akan jauh lebih konsisten dan profesional.
Kalau kamu ingin hasil yang lebih konsisten dari setiap sambungan, pastikan consumable yang dipakai juga tepat dan terjamin.
Intansukses.com hadir sebagai distributor kawat las dan kebutuhan welding yang siap bantu kamu memilih filler stainless 308, 308L, 316, 316L sesuai material dan kebutuhan kerja, sehingga kamu tidak perlu coba coba yang berisiko membuang waktu dan biaya.
Untuk konsultasi cepat atau cek ketersediaan produk, kamu bisa langsung lihat katalog dan hubungi tim Intan Sukses agar pengerjaan lebih aman, rapi, dan efisien.
FAQs
Berapa flow argon untuk las stainless?
Flow argon umumnya disetel secukupnya sampai perlindungan gas stabil. Terlalu besar justru bisa menyebabkan turbulensi dan porositas.
Kenapa las stainless jadi hitam?
Penyebab utamanya adalah panas berlebih, arc terlalu panjang, kecepatan terlalu lambat, atau shielding gas tidak optimal.
Tungsten warna apa untuk stainless?
Yang terpenting bukan warnanya, tetapi ujung tungsten yang tajam dan kondisi yang bersih agar busur stabil.
Filler 304 pakai apa?
Untuk stainless 304 umumnya menggunakan filler 308 atau 308L sesuai kebutuhan aplikasi.
Bisa TIG stainless tanpa purge?
Bisa untuk sambungan terbuka atau non kritis, tetapi untuk pipa dan joint yang menuntut root bersih, back purge sangat disarankan.





