TIG Welding atau GTAW adalah proses las yang memakai elektroda tungsten yang tidak habis, dilindungi aliran gas mulia seperti argon atau helium. Hasilnya sangat rapi dan presisi. Proses ini cocok untuk pelat tipis, stainless steel, dan aluminium. Inti tekniknya ada pada kontrol panas, jarak tungsten dengan kolam las, serta kebersihan material. Untuk keselamatan, pakai pelindung mata khusus, sarung tangan, dan pastikan ventilasi memadai. Pengertian TIG Welding TIG adalah singkatan dari Tungsten Inert Gas. Nama resmi menurut standar adalah Gas Tungsten Arc Welding atau GTAW. Pada TIG, busur listrik terbentuk antara ujung tungsten dan benda kerja. Tungsten tidak ikut meleleh. Filler rod boleh dipakai atau tidak, tergantung jenis sambungan. Gas pelindung menutup kolam las agar tidak terkontaminasi udara. Komponen utama Sumber arus arus searah atau arus bolak balik Obor TIG beserta collet, collet body, gas lens, dan cup Elektroda tungsten non konsumsi Gas pelindung argon murni atau campuran dengan helium Filler rod sesuai material bila dibutuhkan Kelebihan TIG Welding Kualitas sambungan sangat rapiPermukaan bead halus, tepi bersih, hampir tanpa percikan. Cocok untuk pekerjaan yang butuh estetika dan finishing minimal. Kontrol panas presisiArus bisa diatur halus dengan pedal atau tombol. Memudahkan menjaga kolam tetap stabil pada pelat tipis agar tidak burn through. Ideal untuk material tipisKetebalan sekitar 0,8 mm sampai 2,0 mm bisa dilas dengan lebih aman karena input panas terukur dan kolam mudah dikendalikan. Fleksibel dengan atau tanpa fillerDapat autogenous untuk sambungan rapat pada material tipis atau memakai filler jika dibutuhkan kekuatan tambahan. Sangat bersihMenggunakan gas mulia yang melindungi kolam dari kontaminasi. Hasil minim slag sehingga pembersihan setelah las lebih cepat. Serbaguna untuk banyak materialEfektif pada stainless, aluminium, baja karbon, tembaga, dan paduan lain. Pengaturan AC membantu pembersihan oksida aluminium. Visibilitas kolam sangat baikOperator mudah melihat bentuk kolam, ujung tungsten, serta arah aliran logam. Ini mempermudah koreksi teknik saat berjalan. Distorsi lebih terkontrolInput panas yang terukur mengurangi risiko melengkung pada komponen tipis atau part presisi. Hasil konsisten untuk inspeksi ketatPenampilan bead dan kualitas penetrasi yang konsisten mendukung kebutuhan QA seperti dye penetrant atau visual detail. Cocok untuk pipa dan sambungan kritisDapat menghasilkan root pass yang bersih. Dengan back purging yang tepat, sisi dalam sambungan stainless tetap mulus dan tahan korosi. Cara Kerja TIG dari nol Siapkan permukaan logam sampai bersih dari minyak dan oksida. Setel arus, jenis arus, serta aliran gas. Nyalakan busur lalu jaga jarak tungsten dengan kolam las tetap pendek dan stabil. Tambahkan filler pada tepi kolam las dengan ritme yang konsisten bila memang diperlukan. Lakukan pengisian kawah pada akhir las agar tidak retak. Biarkan gas tetap mengalir sesaat setelah busur padam agar bead tetap bersih. Arus dan polaritas DC arus searah elektroda negatif cocok untuk baja karbon dan stainless karena penetrasi stabil dan ujung tungsten tetap tajam. AC arus bolak balik dipakai untuk aluminium karena bagian pembersihan pada gelombang AC membantu menyingkirkan lapisan oksida. Variabel yang paling berpengaruh Panjang busur atau jarak ujung tungsten ke kolam las Sudut obor terhadap benda kerja Kecepatan gerak Kebersihan logam dan kebersihan tungsten Peralatan dan aksesori yang perlu dipahami Mesin arus konstan dengan kontrol pedal atau tombol di obor untuk mengatur panas secara halus. Gas lens dan cup yang tepat akan membuat aliran gas lebih laminar sehingga bead lebih bersih. Tungsten dipilih berdasarkan arus, jenis arus, dan material. Ujung bisa dibentuk lancip untuk DC atau agak tumpul untuk AC aluminium. Gas pelindung umumnya argon. Helium atau campuran bisa dipakai bila perlu panas yang lebih tinggi atau penetrasi lebih dalam. Filler rod menyesuaikan komposisi material induk dan tuntutan ketahanan korosi atau suhu. Setting dasar dan parameter penting Gunakan poin awal berikut lalu sesuaikan dengan kondisi nyata. Ketebalan dan arus awal Pelat sangat tipis sekitar nol koma delapan milimeter gunakan arus rendah sekitar tiga puluh sampai lima puluh ampere Pelat tipis satu sampai dua milimeter gunakan sekitar lima puluh sampai delapan puluh ampere Pelat sedang dua sampai tiga milimeter gunakan sekitar delapan puluh sampai seratus dua puluh ampere Aliran gas Mulai dari enam sampai dua belas liter per menit. Gunakan pre flow singkat untuk membilas nozzle sebelum busur nyala dan post flow beberapa detik untuk melindungi bead dan ujung tungsten saat mendingin. Setting AC untuk aluminium Balance sekitar tiga puluh sampai lima puluh persen cleaning sebagai titik awal. Frekuensi yang lebih tinggi akan menajamkan busur dan membantu kontrol pada sambungan kecil. Pulse TIG Bermanfaat untuk mengendalikan panas pada pelat tipis dan untuk estetika bead. Coba rasio pulsa sederhana seperti arus puncak dua kali arus dasar dengan duty cycle sekitar lima puluh persen lalu sesuaikan penampakan bead. Cheat sheet cepat untuk pemula Jaga jarak tungsten kira kira sama dengan diameter tungsten Sudut obor sekitar sepuluh sampai lima belas derajat dari tegak Tambah filler pada tepi depan kolam las dengan ritme yang seragam Bersihkan logam dan tangan sebelum mulai Uji sebentar di sisa pelat lalu catat setelan yang berhasil Matikan busur dengan lembut dan lakukan pengisian kawah Kapan memilih TIG dibanding MIG atau SMAW TIG memberikan kualitas penampilan sangat halus, kontrol panas tinggi, dan presisi pada pelat tipis. MIG cenderung lebih cepat untuk produksi umum. SMAW lebih fleksibel di lapangan dan peralatan sederhana. Untuk pekerjaan yang menuntut sambungan halus, tampilan rapi, atau material yang sensitif terhadap panas, TIG biasanya menjadi pilihan utama. Use case unggulan TIG Pipa tipis dan sambungan kedap pada sistem proses makanan Aluminium tipis pada bodi atau panel Komponen presisi yang memerlukan tampilan bead halus Prosedur khusus per material Aluminium Bersihkan oksida dengan stainless brush khusus aluminium dan degreaser. Gunakan AC dengan balance yang cukup untuk cleaning namun jangan berlebihan agar penetrasi tidak turun. Jaga kecepatan tetap agar kolam tidak melebar terlalu cepat. Stainless steel Gunakan DC elektroda negatif. Jaga panas serendah mungkin untuk menghindari perubahan warna yang berlebihan. Pada pipa, pertimbangkan back purging dengan argon agar sisi belakang sambungan tetap bersih. Baja karbon Siapkan bevel bila perlu. Kendalikan distorsi dengan tack yang rapat dan urutan pengelasan yang tepat. Pilih filler sesuai kekuatan yang dibutuhkan. Tembaga dan kuningan Kebutuhan panas lebih tinggi. Pertimbangkan campuran gas dengan helium bila kolam sulit terbentuk. Rekomendasi TIG Welding Wire dari ISG Stainless steel seri 300 untuk
Solusi Pengelasan Terpercaya
Jangan kompromikan kualitas pengelasan, Konsultasikan kebutuhan Anda sekarang!











